Wednesday, July 15, 2020

Unsur- unsur Menggambar


Unsur -unsur Menggambar 

Garis :


Garis adalah kumpulan titik-titik, unsure garis dapat menyatakan bentuk, irama, gerak, gelap terang, tekstur dan suasana, dilihat dari bentuknya garis dibedakan menjadi dua, yaitu garis imajinair atau garis hayal, yaitu garis yang tidak tampak, tapi dapat dirasakan kehadirannya, misalnya garis batas ruang atau bidang, garis


nyata yaitu garis yang dengan mudah bias dirasakan kehadirannya, misalnya garislurus, lengkung, putus-putus, bergelombang dll.




https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj7VfOgeNKmylO31LKZV8zV-FGDHLnzRcQYLuXa2GZWmzE_ZlYhOsurlh431UVPmIT7HaYF9OnzyQVnhEbiwthZRMfZyacxazoonmTgUgwO6xECu9yma-1-e5Imh5aH_RGziyahP8phrqI/s1600/jenis-garis-dan-karakter-min.jpg
Bidang :


Bidang merupakan bentuk yang dibatasai oleh garis, bidang juga menghasilkan ruang dan kesan dua demensi dan tiga demensi


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjtIMsuy9drcrhqLYejTOaetthmeqSKvaFbTiuRZ7e3HNNgXKpv49bnaMtoKPPOls50yCEHhNZJypyqdsjnv7_iIlIZ8ALm_NVa17wojKll6xxx5sWZ2Fz-UvX8gRhfu96k5h9aJxJZh_UB/s1600/bidang-datar.jpg

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgaaCYzpbQLF9_QuCYcKi8mLPB_HJqWwisvtZvkM24qY6jhS9tzk523X4LdZscA5JYi8ZJ3MdcNY648fX_KQ1tf8EuJk31p65RKmZGzrW2ROkWehWZquoQgp0sHSQ7B7SRViJcUDojSia4/s640/Shapes+images+with+names+practice+sheets_+Name%252C+write+%2526+color.jpeg
Bentuk :

Bentuk adalah penggambaran suatu objek yang dapat dilihat oleh mata, kemudian kesannya dipindahkan pada bidang karya seni rupa, melalui goresan garis, warna



Bentuk dalam seni rupa antara lain :

a. Bentuk Naturalis, yaitu bentuk tiruan benda alam
b. Bentuk Instuitif, yaitu yang didasarkan insting atau naluri saja
c. Bentuk abstrak, yaitu bentuk yang menyimpang jauh dari bentuk alami dan sama sekali tidak dikenal.
d. Bentuk Abstraktif, yaitu bentuk yang bersifat perubahan bentuk alam dengan teknik stilasi sehingga menjadi bentuk hiasan, misalnya distorsi ( penyimpangan bentuk ) dan deformasi ( penyimpangan proporsi )
e. Bentuk figurative, yaitu bentuk alam yang mengalami perubahan bentuk yeng tergantung pada konsep pandangan hidup seseorang atau bangsa, misalnya wayang, dll
f. Bentuk Simbolis, Bentuk yang memiliki simbul tertentu, misalnya ragam hias batik parang


https://corbettmaths.com/wp-content/uploads/2015/03/snip20150322_1.png

Warna :
Warna merupakan unsur seni yang menimbulkan adanya kesan gelap terang, warna juga sebagai media untuk menciptakan bentuk yang realais dalam teori lingkaran warna Brewster, warna dikelompokkan menjadi:

a. Warna pokok atau warna primer : merah, kuning dan biru.
b. Warna skunder campuran warna pokok : Oranye, hijau dan jingga
c. Warna tersier ( ke tiga ) campuran warna skunder
d. Warna netral : Hitam dan putih
https://indahayupratiwixiimm.files.wordpress.com/2016/09/b617f-untitled.png?w=640
Tekstur

Tekstur adalah nilai raba permukaan benda. Tekstur nyata adalah nilai raba permukaan benda yang bisa dirasakan sesuai dengan kenyataan,misalnya kulit, kayu, tembok dll. Tekstur semu yaitu nilai halus kasarnya permukaan benda hanya berupa kesan, misalnya kesan tekstur pada lukisan.


contoh tekstur semu 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjkGz3oYha9HiLXGXBZaXeFgD8q75c_H8YO4lBRiWt6DKVBpBXN35u9jnz2c7hIBUmZUYAFbkDhwmtiCq5LC5bvWxMTxSZE9sDD_FWAWcimz6u1qjv_mPnUmQfxFRYapFGm301nwxmVYpk/s1600/1.jpg
contoh tekstur nyata




https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhIlj9kG_qK0mVscrBi_MteO_PZrHuaVT9RT6sD6xCuKoDGHdg-nikbwSuOMU-TnHlVKXJoWZx3s-aellJWBB2ZM7QJa0x8G07pWZfJyzjIbeN_KrwZf-JtX4WuW3mjnvcs8fdQrDWSdjc/s1600/images+%25282%2529.jpg
Gelap Terang
Gelap terang adalah unsur yang dibuat untuk memberikan kesan tiga dimensi.
gelap terang merupakan intensitas cahaya. Jadi semakin besar intensitas cahaya yang didapat maka semakin terang, sedangkan  jika intensitas cahaya yang didapat keci maka akan semakin gelap.
Gelap terang berfungsi untuk menampilkan kesan kedalaman, membuat efek tiga dimensi, dan untuk memperjelas kontras



https://sahabatnesia.com/wp-content/uploads/2019/01/Unsur-Unsur-Seni-Rupa-gelap-terang.jpg



sumber : wikipedia Indonesia
https://apamkomputer.blogspot.com/2017/04/desain-grafis-7.html

Menggambar Model

Menggambar Model 


Pengertian Menggambar Model 


Menggambar model adalah kegiatan menggambar yang menggunakan model sebagai objek gambarnya dengan memperhatikan prinsip dan prosedur serta tehnik  menggambar.

Objek Menggambar model 

Objek Menggambar model dapat berupa flora, fauna, manusia dan alam benda.

Objek Menggambar Flora ( tumbuh-tumbuhan)

Saat kita mengamati tumbuh-tumbuhan di sekitar kita, tentunya kita akan melihat banyak sekali ragam dan ciri khas yang berbeda satu sama lain. Contohnya saat kita melihat sekumpulan pohon, perbedaan tampak pada batang, cabang, sekumpulan daun, hingga ketinggiannya. Pohon tersusun dari batang,daun dan buah. Bagian- bagian dari pohon tersebut dapat dijadikan sebagai objek dalam menggambar model.

Objek Menggambar Fauna ( hewan) 


Ada berbagai macam fauna yang hidup di dunia ini. Mulai dari yang berukuran kecil hingga yang berukuran besar, ada yang hidup di darat maupun hidup di dalam air. Ada juga hewan sebagai peliharan manusia ataupun yang hidup liar di alam bebas. Dari semua hwean tersebut tentunya meniliki keunikan sendiri-sendiri. Tentunya jika kita akan menggambar beberapa objek hewan tersebut kita harus memahami bagian- bagian tubuhnya misalnya jika kita akan menggambar hewan jenis unggas, unggas memliki bagian sayap, paruh badan dan kaki juga dilengkapi dengan warna bulu yang berbeda-beda. Tentu struktur unggas ini berbeda jika kita akan menggambar ikan. Maka dari itu sebelum kita menggambar alangkah baiknya jika kita mengamati dan mempelajari struktur dari hewan-hewan tersebut.   

Objek Menggamabar Manusia 

Gambar manusia yang baik dapat dinilai dari seberapa tepat pembagian ukuran pada bagian-bagian tubuhnya. Misalnya letak kepala terhadap badan dan ukuran-ukuran lainnya. Parbedaan antara proporsi tubuh pria dan wanita dewasa serta proporsi tubuh anak-anak.  Saat kita menggambar model manusia kita juga diwajibkan untuk mengenal anatomi tubuh, mulai dari bentuk kepala, mata, hidung , mulut, telinga, rambut, tangan dan kaki tidak lupa juga dengan berbagai macam gaya yang akan di gambar sesuai dengan model. 

Objek Alam Benda

Ada beragam benda di sekitar kita yang bisa kita tetapkan sebagai objek menggambar. berdasarkan sifatnya ada benda yang materinya keras ( padat) ada pula yang lunak. Batu, besi ,kayu dan kaca adalah contoh benda yang materinya padat atau keras. berbeda dengan kain , daun , buah , plastik , kertas dan lainya yang bersifat lunak. 

Berdasarkan ukurannya bentuk dasar benda terbagi atas benda dua dimensi dan benda tiga dimensi. dinamakan dua dimensi karena memiliki dua ukuran , atau hanya mampu ditangkap berdasarkan panjang dan lebar saja.Misalnya kertas, kain, dan benda-benda pipih lainnya yang tisak memiliki uang atau rongga. sedangkan tiga dimensi artinya memiliki tiga ukuran yaiyu, panjang, lebar, dan tinggi sehingga bisa dilihat bentuknya dari beberapa sisi.

Bentuk dasar tiga dimensi terdiri atas benda-benda silindris,  kubistis dan bentuk bebas. Benda silindris memiliki bentuk dasar silinder , dan benda kubistis memiliki bentuk dasar kubus. sedangkan benda bentuk bebas adalah benda benda yang tidak dapat diukur secara matematik.

Contoh : Menggambar objek tumbuhan




https://i1.wp.com/notepam.com/wp-content/uploads/2017/01/sketsa-bunga-matahari.jpg?resize=600%2C659

contoh: Menggambar  Objek hewan

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhie8uLo-4ih4Av3VOJZH3GXFZhfeNVE90u7xrodIIS8k88QSx79ea7FKiCumvpMvIYxOTEu2BlkAHQfKSwo_r6uHg2KV-728AmF34tJeR5cgoWCxreU1J8-8Ey34ueowRplr4utmnSebY/s1600/anak-kucing-17.jpg

 contoh: Menggambar  Objek manusia

contoh: Menggambar objek benda 


https://i0.wp.com/bagiinfo.com/wp-content/uploads/2016/11/teknik-dasar-dalam-menggambar-bentuk.jpg?resize=680%2C523


sumber : Buku seni Budaya kelas VIII, Kementrian pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia tahun 2017, Martering pencil Karya Tri Edy Marga tahun 2017.

Friday, July 10, 2020

WUJUD DAN CORAK SENI RUPA

WUJUD DAN CORAK  SENI RUPA



Seni rupa daerah di wilayah Nusantara sangat beragam. Keberagaman karya seni rupa tersebut dapat dipengaruhi oleh wujud dan coraknya. Wujud atau bentuk karya seni rupa murni daerah dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu seni rupa dua dimensi, tiga dimensi, dan relief.  Sedangkan corak atau gaya seni rupa murni daerah dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu corak tradisional dan corak modern.

1.    Wujud Seni Rupa Murni
Wujud karya seni rupa murni daerah yang ada di wilayah Nusantara dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu seni rupa dua dimensi, seni rupa tiga dimensi, dan seni rupa relief. Dari ketiga wujud seni rupa tersebut dapat mewakili hasil karya seni rupa yang ada di wilayah Nusantara. Hasil karya seni rupa yang ada di Indonesia memiliki nilai seni yang sangat tinggi.

a.   Seni Rupa Dua Dimensi

Seni rupa dua dimensi adalah karya seni rupa yang hanya memiliki ukuran panjang dan lebar saja. Karya seni rupa ini berupa bidang datar dan hanya dapat dinikmati dari satu arah yaitu dari arah depan. Seperti lukisan, karikatur, batik, ilustrasi, grafis. Seni rupa murni yang berbentuk dua dimensi adalah lukisan, grafis modern. Nilai-nilai dari karya seni rupa murni tersebut sangat dipengaruhi oleh budaya daerah setempat. Seperti lukisan yang memiliki ciri khas daerah Bali, Jawa, Kalimantan, Papua, dan Sumatra.

Contoh karya seni rupa dua dimensi :


https://www.dictio.id/uploads/db3342/original/3X/8/c/8ccfc3423ae66f1a7766788cac2824b704323cd1.jpg


b.   Seni Rupa Tiga Dimensi
Seni rupa tiga dimensi adalah karya seni yang memiliki ukuran panjang, lebar dan tinggi atau memiliki isi atau ruangan. Seperti patung, bangunan, keramik/gerabah, seni instalasi, dan seni kriya. Seni rupa murni yang berbentuk tiga dimensi seperti seni patung, seni instalasi.

Contoh Karya seni rupa tiga dimensi :


https://gbk.id/wp-content/uploads/2019/01/IMG_8296-1080x675.jpg

c.   Seni Relief
Seni relief adalah merupakan perpaduan seni dua dimensi dan seni tiga dimensi. Dilihat bentuknya relief masuk dalam kategori tiga dimensi tetapi kalau dilihat dari sudut pandang masuk dalam kategori dua dimensi, karena hanya dapat dinikmati dari arah depan saja.

Contoh karya seni rupa relief :



https://borobudurpark.com/wp-content/uploads/2017/12/Jataka-Avadana.png


Corak Karya Seni Rupa Murni

Corak atau gaya dalam seni rupa sangat beragam. Keberagaman corak di dalam membuat karya seni rupa karena dipengaruhi oleh pengalaman, pandangan terhadap suatu objek, teknik yang digunakan untuk membuat karya, bahan berkarya, dan cara pengungkapan yang digunakan. Secara garis besar corak atau gaya seni rupa dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu tradisional dan modern.

a.  Tradisional

Corak seni rupa tradisional dan modern  pada dasarnya memiliki kesamaan. Perkembangan corak seni rupa dipengaruhi oleh perkembangan kebudayaan. Pada awal perkembangannya seni rupa tradisional dikerjakan dengan menggunakan teknik yang masih sederhana pula. Sedangkan perkembangan seni rupa di era modern memiliki karya seni rupa yang bercorak modern pula. Corak seni rupa di daerah memiliki corak yang masih tradisional. Corak seni rupa tradisional merupakan corak turun-temurun. Hal ini dikarenakan karya seni rupa yang diciptakannya tidak mengalami perubahan dalam hal corak. Corak seni rupa tradisional dibagi ke dalam dua kelompok yaitu corak 
primitif dan klasik.

1)  Gaya Primitif
Karya seni bergaya primitif memiliki sifat sederhana dalam hal bentuk dan warnanya. Karya seni rupa primitif di Nusantara seperti hasil karya seni patung dari suku Asmat di Papua, di mancanegara hasil karya seni patung suku Amborigin di Australia.

Contoh lukisan dengan corak primitif :


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiNpLpmMNDAU-zbXHHdhKdYb1UdIdRSs9wzDjXDfSp4HSrx7zY_n_NhILe14LDZq5RtTNGFyuTubq4W_YyXh3hyphenhyphenvzhke-kRaFJy5OWdEch-w_SDvih9gmqbo14k9JWsh3XKiqoaCyxVmlA/s1600/Seni+rupa+primitif.jpg

Contoh  patung dengan corak primitif :


https://docplayer.info/docs-images/62/48020611/images/21-0.jpg

2) Gaya  Klasik
Karya seni rupa klasik adalah pada masa kerajaan Hindu-Budha berjaya di wilayah Nusantara. Pada masa klasik ini merupakan masa peralihan dari masa seni rupa primitif menjadi seni rupa yang memiliki corak rumit dan ornamental. Corak klasik ini dipengaruhi oleh budaya India, hal ini dapat dilihat dari karya seni rupa pada candi-candi peninggalan Hindu-Budha.


Relief Candi Borobudur
https://coklatdanhujan.files.wordpress.com/2014/04/indonesia-yogyakarta-3.jpg

b.  Modern
Perkembangan kebudayaan mempengaruhi perkembangan karya seni rupa baik di Nusantara maupun di mancanegara. Corak seni rupa di Nusantara banyak dipengaruhi oleh corak dari negara Barat (Eropa atau Amerika). Pada abad ke-18 seniman-seniman di Eropa telah melakukan eksperimen-eksperimen secara individualitas pada bahan, teknik pembuatan dan ekspresi berkesenian sehingga muncul aliran posimpresionisme. Sedangkan di wilayah Nusantara pada abad ke-18 masih bersifat tradisional kerakyatan.

Corak seni rupa di Indonesia terpengaruh dari Eropa melalui penjajahan yang terjadi di Nusantara. Perubahan corak seni rupa tradisional ke seni rupa modern adalah corak karya seni rupa yang sudah mengalami kemajuan, perubahan, dan pembaruan. Gaya seni rupa ini dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu gaya representatif, gaya deformatif, dan gaya abstraksionisme (nonrefresentatif )


1)    Gaya Refresentatif
Pengertian refresentatif adalah nyata atau sesuai dengan keadaannya

Contoh Lukisan Gaya representatif :


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjYpk_0DbcS2YvARMZ5_mlP1y_NNpqRkVECyh9XqnfrOxKco1YYAOsM8LT_ISkA245ifuYO2vu1hkXwr38yc9Y1ztF8TNM6nKv3cf8TZp4DQRMQoBNWGBqe-vNsYp-M5xbknDQp_ip-0p5r/s1600/Naturalisme+%2528Compressed+by+masterbama.blogspot.com%2529.jpg
2)    Gaya Deformatif
Pengertian deformatif adalah perubahan bentuk dari aslinya, sehingga menghasilkan bentuk baru namun tidak meninggalkan bentuk dasar aslinya



https://rajinlah.id/wp-content/uploads/2019/11/Lukisan-Karya-Vincent-Van-Gogh-Berjudul-Starry-Night.jpg

3)    Gaya Abstraksionisme

Gaya abstraksionisme adalah suatu bentuk yang sulit untuk dikenali. Bentuk dasar dari gaya ini sudah meninggalkan bentuk aslinya. 


https://toplintas.com/wp-content/uploads/2016/04/Lukisan-Jackson-Pollock.jpg

Sumber : Wikipedia Indonesia 

Tuesday, June 30, 2020

SENI RUPA MURNI

SENI RUPA MURNI

Wawasan Seni Rupa Murni

SENI RUPA MURNI

Ragam seni rupa murni di wilayah Nusantara sangat bervariasi jenisnya. Ragam seni rupa murni tersebut dipengaruhi oleh budaya yang ada di masing-masing daerah. Sehingga karya seni rupa tersebut merupakan hasil karya seni rupa daerah setempat. Seni rupa murni merupakan hasil karya seni rupa yang hanya dinikmati keindahannya saja. Sedangkan karya seni rupa terapan merupakan hasil karya seni rupa yang berfungsi sebagai benda pakai untuk kehidupan sehari-hari.

Karya seni rupa murni daerah setempat merupakan karya seni rupa yang dihasilkan oleh masing-masing daerah di wilayah Nusantara. Sehingga seni rupa murni ini memiliki sifat kedaerahan atau tradisional.Seni rupa murni masing-masing daerah memiliki ciri khas tersendiri. Ciri khas tersebut menjadikan karya seni rupa murni daerah setempat memiliki keunikan. Keunikan tersebut dapat berupa tema, corak, teknik, bahan, dan bentuk karyanya. Seni rupa murni daerah setempat merupakan karya seni rupa murni yang memiliki nilai-nilai budaya daerah setempat. Seperti karya seni lukis Ubud (Gianyar, Bali), seni lukis Sokaraja (Banyumas), seni patung Muntilan (Magelang), seni patung keramik (Bantul, Yogyakarta), patung Asmat (Papua),. Masing-masing karya seni rupa murni tersebut memiliki keunikan yang dapat menjadi ciri khas suatu daerah.

FUNGSI DAN TEMA SENI RUPA MURNI

Seni rupa murni daerah adalah gagasan manusia yang berisi nilai-nilai budaya daerah setempat yang diekspresikan melalui pola kelakuan tertentu dengan media titik, garis, bidang, bentuk, warna, tekstur, dan gelap terang yang ditata dengan prinsip tertentu sehingga menghasilkan karya yang indah dan bermakna. Kekayaan seni budaya di wilayah Nusantara mempengaruhi keragaman hasil karya seni rupa daerah setempat. Dari beragamnya karya seni rupa murni di daerah Indonesia dapat dilihat dari fungsi dan tema yang digunakan untuk membuat karya seni rupa murni tersebut.

1.    Fungsi Seni Rupa Murni

Seni rupa daerah menurut fungsinya dapat dibagi menjadi dua yaitu seni rupa murni dan seni rupa terapan. Seni rupa murni atau fine art merupakan karya seni rupa yang berfungsi untuk memuaskan batin atau di dalam penciptaannya lebih mengutamakan nilai keindahannya. Seni rupa murni adalah gagasan manusia yang berisi nilai-nilai budaya yang diekspresiakan melalui pola kelakuan tertentu dengan media titik, garis, bidang, bentuk, warna, tekstur, dan gelap terang yang ditata dengan prinsip tertentu sehingga menghasilkan karya yang indah dan bermakna. Penciptaan karya seni rupa murni atau fine art  biasanya memiliki keunikan atau ciri khas tersendiri. Ciri khas ini di dasarkan pada tema, corak atau gaya, teknik serta bahan dan bentuk karya seni tersebut.
Sedangkan seni rupa terapan atau aplied art merupakan karya seni rupa yang mempunyai fungsi sebagai benda kebutuhan sehari-hari. Karya seni rupa terapan selain diciptakan sebagai benda praktis juga dapat dinikmati keindahannya.

Fungsi seni rupa murni sebagai berikut :
Ø  Sebagai sarana ritual keagamaan
Ø  Sebagai sarana pendidikan moral masyarakat
Ø  Sebagai sarana pengungkapan ekspresi pribadi.
Ø  Sebagai sarana untuk mengenang suatu peristiwa tertentu

2.    Tema Seni Rupa Murni
Setiap manusia memiliki sudut pandang yang berbeda di dalam menjalani hidup ini. Begitu pula saat kita membuat suatu lukisan, masing-masing memiliki sudut pandang yang berbeda-beda. Perbedaan sudut pandang dapat dipengaruhi oleh suasana, waktu, dan kondisi geografis. Pembuatan karya seni rupa pada zaman dahulu, manusia menciptakan karya seni sebagai bentuk sarana ritual keagamaan. Seperti relief-relief pada candi-candi yang menggambarkan kisah manusia dalam ritual menuju ke alam nirwana. Atau bahkan sebagai sarana untuk pembelajaran moral masyarakat setempat. Pembuatan karya seni juga dapat digunakan sebagai pengungkapan ekspresi jiwa yang membuatnya. Ungkapan-ungkapan tersebut di dalam pembuatan suatu karya seni rupa murni dapat menjadi sebuah tema. Tema adalah gagasan, ide, atau pokok pikiran yang ada di dalam sebuah karya seni baik dalam bentuk karya seni rupa dua dimensi maupun seni rupa tiga dimensi. Memahami tema yang ada pada sebuah karya seni rupa murni berarti kita dapat memahami tujuan penciptaan karya seni tersebut. 

Tema-tema di dalam pembuatan karya seni rupa murni antara lain sebagai berikut.

a.  Hubungan antara manusia dengan dirinya
Seni rupa merupakan salah satu media yang dapat digunakan untuk menuangkan gagasan atau ide      dari seseorang. Untuk mengungkapkan citarasa keindahan manusia mewujudkannya lewat media      ekspresi. Media yang digunakan dapat berupa suatu karya seni rupa seperti lukisan. Di dalam              pengungkapannya tersebut kadang seseorang menggunakan dirinya sendiri sebagai objek                    lukisannya. Seperti pelukis Raden Saleh, Basuki Abdullah, Affandi, S. Sudjojono, dan Vincent          van Gogh.

Contoh Lukisan Hubungan antara manusia dengan dirinya


https://serupa.id/wp-content/uploads/2018/09/potret-diri-affandi-1981-serupa.id_.jpg

b.  Hubungan antara Manusia dengan Manusia Lain
Seorang perupa kadangkala dalam mengekspresikan citarasa keindahan menggunakan objek                orang- orang yang ada disekitarnya. Seperti istrinya, anak-anaknya, orangtua, saudaranya,                    temannya, tetangganya, kekasihnya, sahabatnya, atau orang-orang yang ada dalam fikirannya.

Contoh Lukisan  Hubungan antara Manusia dengan Manusia lain.


https://serupa.id/wp-content/uploads/2018/08/javanese-girl-basuki-abdullah-serupa-id.jpg

c.  Hubungan antara Manusia dengan Alam Sekitarnya
Alam sekitar yang sangat menarik bagi para pelukis untuk mengungkapkan citarasanya, sering dijadikan objek untuk lukisannya. Seperti pemandangan gunung, laut, sungai, sawah, hutan, perkampungan, perkotaan, binatang dan masih banyak lagi alam yang dijadikan objek lukisan. Tokoh pelukis yang sering menggunakan alam sebagai objek seperti Basuki Abdullah, Raden Saleh Bustaman, Dullah, Pirngadi, Henk Ngantung, Wakidi, S. Sudjojono.

Hubungan manusia dengan alam sekitar


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgGOXzF4XcIc9cKMRKpEzB62qP5yrTfC7ueYxkRrYv68vx2vuHzCFGc5WcM13dCh2XKg52v5EqpC_ZL0S0rBANPcDvpWnCt7kmHop2T8Xl6ZQ5gooGr4Y9O8b1-fJd0qyPmBRVozeueq27M/s400/Dullah,+Gunung+Lawu-Jawa+Tengah,+Oil+on+Canvas,+130cm+X+180cm,+Th+1953-koleksi+bung+karno.jpg

d.  Hubungan antara Manusia dengan Benda
Benda-benda di sekitar kita memiliki keunikan tersendiri bagi para pelukis, sehingga menjadikan benda-benda tersebut menjadi objek lukisannya. Keunikan benda-benda tersebut ada yang berbentuk silindris, kubistis ataupun yang berbentuk bebas.  Bentuk benda tersebut seperti gelas, cangkir, kendi, teko, vas bunga, guci, botol, sepatu, lemari, meja kursi, buah-buahan, bunga.

Hubungan manusia dengan alam benda


https://p4.wallpaperbetter.com/wallpaper/536/751/686/food-still-life-flowers-fruit-hd-wallpaper-preview.jpg

e.  Hubungan antara Manusia dengan Aktifitasnya

Aktifitas manusia dalam kehidupan sehari-hari yang beragam membuat perupa ingin mengabadikan kegiatan tersebut dalam media lukisnya. Lukisan menjadi sesuatu yang menarik apabila dalam mengambil sudut pandang aktivitas dapat disusun sesuai dengan komposisi dan proporsi yang baik disertai dengan gelap terang yang tepat. Aktifitas manusia seperti kegiatan menari, membajak sawah, berburu, jual beli di pasar, menggembala ternak, dan aktifitas lainnya.

Manusia dengan aktivitasnya


https://sancita.com/wp-content/uploads/2013/11/IMG_0875.jpg

f.  Hubungan antara Manusia dengan Alam Khayal
Ide, imajinasi atau khayalan sering melintas dalam pikiran kita baik secara sadar ataupun saat tidak sadar (saat tidur). Khayalan yang muncul dibenak  perupa kadang diwujudkan dalam suatu karya seni. Hasil karya seni rupa seperti ini sering disebut dengan karya seni surealisme. Karya seni rupa yang dibuat pada dasarnya tidak dapat dijumpai di alam nyata.

Hubungan manusia dengan alam khayal


https://ae01.alicdn.com/kf/HTB17Q_rGeGSBuNjSspbq6AiipXay/Fantasi-Digital-Seni-Alam-Lukisan-Sinar-Matahari-Buku-Burung-Terbang-Surreal-Poster-Cetak-Kanvas-Kain-Sutra.jpg_q50.jpg


 Sumber : Wikipedia Indonesia, https://serupa.id/

Thursday, March 26, 2020

TUGAS SENI MUSIK KD 3.3 Memahami konsep dasar permainan alat musik secara perseorangan


TUGAS 1

A. Jawablah pertanyan-pertanyaan  di bawah ini dengan benar!

  1. Jelaskan yang dimaksud dengan  musik tradisional !
  2. Musik tradisional memiliki beberapa fungsi, salah satunya adalah sebagai sarana adat budaya ( sebagai upacara adat). Menurut pendapatmu bagai mana caranya agar musik sebagai sarana adat budaya tetap lestari? 
  3. Jelaskan perbedaan antara alat musik ritmis, melodis dan harmonis!
  4. Sebutkan 5 ciri-ciri musik tradisional!
  5. Sebutkan 5 contoh alat musik kordofon!

B. Literasi 
  • Carilah Informasi tentang  musik tradisional yang ada di daerahmu melalui berbagai sumber seperti majalah, buku, internet maupun sumber lainnya. Buatlah ulasan tentang keunikan dan  makna dari musik tersebut!


TUGAS 2

  • Buatlah kliping tentang gambar alat musik tradisional nusantara. Buatlah penjelasan dari setiap gambar dan kelompokan berdasarkan jenisnya!

MEMAINKAN ALAT MUSIK SEDERHANA

K.D 3.3 Memahami konsep dasar permaian alat musik sederhana secara perorangan

PENGERTIAN  MUSIK TRADISIONAL 


Musik tradisional adalah musik yang berkembang di seluruh wilayah kepulauan. Musik tradisional disebut juga musik daerah. Musik jenis ini bersifat turun-temurun yang masih di jalankan dalam masyarakat.


FUNGSI MUSIK TRADISIONAL

  1. Sebagai Alat Komunikasi
Fungsi dan tujuan pertama dari musik traditional adalah sebagai alat dan sarana komunikasi. Sebenarnya, hampir seluruh musik baik musik traditional maupun musik modern merupakan salah satu media komunikasi antara penciptanya dengan mereka yang bertindak sebagai pendengar. Namun dalam fungsi dan tujuan musik traditional nusantara, alat komunikasi yang dimaksud adalah sebagai sarana untuk mengkomunkasikan antara manusia dengan sang pencipta.
  1. Sebagai Sarana Hiburan
Fungsi dan tujuan musik traditional nusantara lainnya adalah sebagai sarana untuk menghibur atau untuk bagi beberapa kondisi tertenut. Musik traditional dapat dimanfaatkan untuk mengalihkan fikiran dari rutinitas sehari-hari bagi para penduduk nusantara tempat musik traditional tersebut berasal. Pada beberapa daerah musik traditional sudah dikenal sebagai sarana penghibur masyarakat sejak jaman kerajaan sampai dengan kesukuan sekarang ini. Namun fungsi musik traditional sebagai sarana hiburan mulai dilupakan oleh masyarakat karena sifatnya yang tersegmen pada beberapa orang saja dan kalah saing dengan musik musik modern yang lebih universal.
  1. Sebagai Musik Pengiring Tarian
Musik dalam beberapa kebudayaan suku asmat dan suku suku lainnya di nusantara ini sering kali bertindak sebagai pengiring dari tarian. Bahkan sejatinya, bukan hanya sebagai pengiring namun musik juga bertindak dalam menghadirkan suasana maupun kondisi tertentu yang selaras dengan tarian tarian yang dipertunjukkan. Hampir semua daerah yang memiliki tarian traditional indonesia selalu dipertunjukkan dengan iringan musik melalui berbagai macam alat musik yang berbeda dan khas dari daerah asalnya masing masing.
     4. Sebagai sarana adat budaya (ritual)
Sama halnya dengan fungsi seni musik sebagai sarana pengiring tarian traditional, musik juga berfungsi sebagai pengiring ritual adat baik yang berkaitan dengan kepercayaan maupun bukan. Di berbagai daerah terutama suku suku pedalaman yang masih mempertahankan ritual adat budayanya dapat kita temui berbagai macam musik mulai dari yang berupa ketukan ketukan sampai dengan menggunakan alat musik sebagai suara untuk mengiringi beberapa ritual adat budaya tertentu.
  1. Sebagai sarana ekonomi
Dibeberapa daerah baik di Indonesia maupun di luar negeri, banyak orang/pemain musik tradisional yang menjadikan permainan musik mereka sebagai usah menyambung hidup atau mata pencaharian. Ada yang mengelolanya secara besar sehingga banyak menampung/menyerap banyak tenaga kerja, adapula yang melakukannya sendiri atau terbatas dengan sebuah kelompok kecil. Meraka akan mendapatkan bayaran dari pihak yang meminta mereka membawakan pertunjukan musik tradisional, biasanya dalam acara-cara kedaerahan atau acara pernikahan, sunatan, dll.
  1. Sarana pengembangan Diri
Yang terakhir adalah sebagai sarana pengembangan diri, rasanya tidak mungkin jika semua orang terlibat dalam proses kreatif pembuatan atau pertunjukan musik tradisional tidak medapatkan hal ini. Selain menambah keterampilan, orang-orang yang bergelut dalam dunia ini biasanya memiliki karakter yang kental akan budaya daerahnya sehingga karakter-karakter atau ciri khas orang di daerah tersebut tidak akan hilang atau tergerus arus globalisasi.
CIRI-CIRI MUSIK TRADISIONAL


1. Tidak Memiliki Notasi

Proses pembelajaran dan cara penyampaian yang secara lisan membuat parititur (naskah musik) menjadi suatu hal yang tidak penting. Karena wajar saja jika musik tradisional daerah tidak memiliki partitur notasi tertentu.
Tetapi, bukan berarti musik tradisional tidak memiliki notasi, karena sudah banyak daerah yang menggunakan notasi namun masih belum menggunakan  partitur atau naskah. Sehingga penyampaiannya masih menggunakan cara lisan.

2. Dipelajari Secara Lisan

Musik tradisional adalah bagian dari kebudayaan yang wajib dilestarikan. Musik ini telah diwariskan secara turun temurun dan umumnya dilakukan secara lisan dari satu generasi ke generasi yang lainnya.

3. Bersifat Informal

Musik tradisional umumnya digunakan sebagai bentuk ekspresi masyarakat. Musik jenis ini banyak digunakan dalam kegiatan kemasyarakatan sehingga lebih bersifat informal atau santai.

4. Syair Lagu Berbahasa Daerah

Yaitu melodi dan iramanya menunjukkan ciri khas kedaerahan.

5. Pemainnya Tidak Terspesialisasi

Adapun sistem yang dikembangkan dalam proses belajar instrumen musik daerah biasanya bersfiat generalisasi. Pemain musiknya belajar untuk bisa memainkan setiap instrumen yang ada dalam suatu jenis musik daerah.
JENIS ALAT MUSIK

Jenis alat musik berdasarkan fungsinya di bedakan menjadi 3 kelompok yaitu alat musik ritmis, melodis dan alat musik harmonis.

  1. Alat Musik Ritmis adalah alat musik yang tidak bernada.  Alat musik ini berfungsi untuk memainkan irama lagu. Contoh alat musik ritmis sebagai berikut.                                                                      Image result for JIMBE jimbe                                                  Image result for ceng-ceng ceng-ceng

    2. Alat musik Melodis adalah alat musik yang memiliki nada. Alat musik ini berfungsi              memainkan nada-nada dalam sebuah lagu. Contoh alat musik melodis sebagai                      berikut.



  Image result for alat musik melodis    Image result for alat musik melodis   Image result for alat musik melodis
       
             seruling                                             calung                                           kecapi

3. Alat musik Harmonis adalah alat musik yang dapat mengiringi lagu. Alat musik harmonis  berfungsi sebagai pengiring dan dapat mengeluarkan nada sekaligus. Contoh     alat musik   harmonis sebagai berikut.


                Image result for SASANDO        Image result for SAMPEK     

                     Sasando                                                      sampek


Berdasarkan sumber bunyinya alat musik dibagi menjadi 5 :

  1. Idiofon, adalah alat musik yang sumber bunyinya berasal dari bahan dasarnya. Contoh: kolintang, drum, bongo, kabasa, angklung
  2. Aerofon, adalah alat musik yang sumber bunyinya berasal dari hembusan udara pada rongga. Contoh: suling, trompet, harmonika, trombon
  3. Kordofon, adalah alat musik yang sumber bunyinya berasal dari dawai. Contoh: bass, gitar, biola, gitar, sitar, piano, kecapi
  4. Membranofon, adalah alat musik yang sumber bunyinya dari selaput atau membran. contoh: tifa, drum, kendang, tam-tam, rebana
  5. Elektrofon, adalah alat musik yang sumber bunyinya dibangkitkan oleh tenaga listrik (elektronik). Contoh: keyboard, gitar listrik, bass listrik, piano listrik

Berdasarkan cara memainkannya alat musik dibagi menjadi 4 :


  1. Alat musik tiup menghasilkan suara sewaktu suatu kolom udara didalamnya digetarkan. Tinggi rendah nada ditentukan oleh frekuensi gelombang yang dihasilkan terkait dengan panjang kolom udara dan bentuk instrumen, sedangkan timbre dipengaruhi oleh bahan dasar, konstruksi instrumen dan cara menghasilkannya. Contoh alat musik ini adalah trompet dan suling.
  2. Alat musik pukul menghasilkan suara sewaktu dipukul atau ditabuh. Alat musik pukul dibagi menjadi dua yakni bernada dan tidak bernada. Bentuk dan bahan bagian-bagian instrumen serta bentuk rongga getar, jika ada, akan menentukan suara yang dihasilkan instrumen. Contohnya adalah kolintang (bernada), drum (tak bernada), dan bongo (tak bernada).
  3. Alat musik petik menghasilkan suara ketika senar digetarkan melalui dipetik. Tinggi rendah nada dihasilkan dari panjang pendeknya dawai.
  4. Alat musik gesek menghasilkan suara ketika dawai digesek. Seperti alat musik petik, tinggi rendah nada tergantung panjang dan pendek dawai.

MUSIK TRADISIONAL INDONESIA  

1. Gamelan 

Gamelan adalah musik ansambel tradisional Jawa, Sunda, dan Bali di Indonesia yang memiliki tangga nada pentatonis dalam sistem tangga nada (laras) slendro dan pelog. Terdiri dari instrumen musik perkusi yang digunakan pada seni musik karawitan. Instrumen yang paling umum digunakan adalah metalofon antara lain gangsa, gender, bonang, gong, saron, slenthem dimainkan oleh wiyaga menggunakan palu (pemukul) dan membranofon berupa kendhang yang dimainkan dengan tangan. Juga idiofon berupa kemanak dan metalofon lain adalah beberapa di antara instrumen gamelan yang umum digunakan. Instrumen lain termasuk xilofon berupa gambang, aerofon berupa seruling, kordofon berupa rebab, dan kelompok vokal disebut sindhen.

Seperangkat gamelan dikelompokkan menjadi dua, yakni gangsa pakurmatan dan gangsa ageng. Gangsa pakurmatan dimainkan untuk mengiringi hajad dalem (upacara adat karaton), jumenengan (upacara penobatan raja atau ratu), tingalan dalem (peringatan kenaikan takhta raja atau ratu), garebeg (upacara peristiwa penting), sekaten (upacara peringatan hari lahir Nabi Muhammad). Gangsa ageng dimainkan sebagai pengiring pergelaran seni budaya umumnya dipakai untuk mengiringi beksan (seni tari), wayang (seni pertunjukan), uyon-uyon (upacara adat/hajatan), dan lain-lain. Saat ini, gamelan banyak digunakan di pulau Jawa, Madura, Bali, dan Lombok.

                              Contoh gambar seperangkat alat musik gamelan 

                                 Image result for gamelan jawa
    
2. Kolintang 
Kolintang atau kulintang adalah alat musik yang terdiri dari barisan gong kecil yang diletakkan mendatar. Alat musik ini dimainkan dengan diiringi oleh gong tergantung yang lebih besar dan drum. Kolintang merupakan bagian dari budaya gong Asia Tenggara, yang telah dimainkan selama berabad-abad di Kepulauan Melayu Timur - Filipina, Indonesia Timur, Malaysia Timur, Brunei, dan Timor. Alat musik ini berkembang dari tradisi pemberian isyarat sederhana menjadi bentuk seperti sekarang. Kegunaannya bergantung pada peradaban yang menggunakannya. Dengan pengaruh dari Hindu, Buddha, Islam, Kristen, dan Barat, Kulintang merupakan tradisi gong yang terus berkembang.

Di Indonesia, Kolintang dikenal sebagai alat musik perkusi bernada dari kayu yang berasal dari daerah Minahasa Sulawesi Utara. Kayu yang dipakai untuk membuat Kolintang adalah kayu lokal yang ringan namun kuat seperti kayu Telur (Alstonia sp),kayu Wenuang (Octomeles Sumatrana Miq),kayu Cempaka (Elmerrillia Tsiampaca),kayu Waru (Hibiscus Tiliaceus), dan sejenisnya yang mempunyai konstruksi serat paralel. Nama kolintang berasal dari suaranya: tong (nada rendah), ting (nada tinggi) dan tang (nada biasa). Dalam bahasa daerah, ajakan "Mari kita lakukan TONG TING TANG" adalah: " Mangemo kumolintang". Ajakan tersebut akhirnya berubah menjadi kata kolintang.


                                     Image result for KOLINTANG

3. Angklung 

Angklung  adalah alat musik multitonal (bernada ganda) nang sacara tradisiunal barkambang dalam bubuhan Sunda matan Pulau Jawa di sabalah barat. Alat musik ngini di ulah matan paring, dibunyiakan lawan cara diguyangakan (babunyi lantaran ulih gantaran awak pipa paring) sahingga mahasilakan bunyi nang bagantar dalam susunan nada 2, 3, sampai 4 nada dalam satiap ukuran, baik nang ganal atawa nang halus. Dictionary of the Sunda Language ulahan Jonathan Rigg, nang diterbitakan pada tahun 1862 di Batavia, manulisakan bahwa angklung adalah alat musik nang diulah matan pipa-pipa paring, nang di tatak di buncunya, menyarupai pipa-pipa dalam suatu organ, lawan diikat basamaan dalam suatu bingkai, digantarakan sagan mahasilakan bunyi.

Angklung tadaftar sabagai Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Nonbendawi Manusia dari UNESCO matan November 2010.



                                            Image result for angklung



4. Gordang Sambilan

Gordang Sambilan adalah salah satu kesenian Tradisional suku Batak Mandailing. Gordang artinya gendang atau bedug sedangkan sambilan artinya sembilan. Gordang Sambilan terdiri dari sembilan Gendang atau bedug yang mempunyai panjang dan diameter yang berbeda sehingga menghasilkan nada yang berbeda pula. Gordang Sambilan biasa dimainkan oleh enam orang dengan nada gendang yang paling kecil 1,2 sebagai taba-taba,gendang 3 tepe-tepe,gendang 4 kudong-kudong,gendang 5 kudong-kudong nabalik,gendang 6 pasilion,gendang 7,8,9 sebagai jangat. Dahulu gordang sambilan hanya dimainkan pada acara-acara yang sakral,seiring dengan berkembangya kultur sosial masyarakat saat ini gordang sambilan sudah sering diperdengarkan baik dalam acara pernikahan,penyambutan tamu,hari besar.


                                        Image result for gordang sambilan

MEMAINKAN ALAT MUSIK SEDERHANA

Cara Memainkan Alat musik Rekorder

Image result for rekorder



  1. Letakkan lubang tiupan di antara dua bibir, usahakan jangan terlalu masuk atau ke luar.
  2. Tangan kiri memegang bagian badan atas rekorder dengan setiap jari menutup lubang yang diinginkan.
  3. Tangan kanan memegang bagian badan bawah rekorder dengan tugas setiap jari menutup lubang yang diinginkan.
  4. Posisi rekorder diarahkan ke depan dengan sudut 30o – 45o.
  5. Posisi badan tegak dan menghadap ke depan.
  6. Pernapasan yang digunakan dalam meniup adalah diafragma.
  7. Tiupan rekorder dengan ucapan ”tu” ”tu” bukan ”hu” atau ”ku”.


Latihan awal dalam permainan rekorder, dimulai dengan membunyikan bunyi ”tu” yang disesuaikan dengan ritme yang ada.


Cara Memainkan Alat Musik Pianika
Image result for pianika


Pianika adalah alat musik tiup kecil sejenis harmonika yang memakai bilah-bilah keyboard yang luasnya sekitar tiga oktaf.

Pianika dimainkan dengan tiupan langsung atau memakai pipa lentur yang dihubungkan ke mulut.

Pianika tergolong alat musik tiup. Pianika dalam bermain musik dapat digunakan untuk memainkan melodi pokok, kontra melodi, dan mengiringi lagu.

Kegunaan tuts pada alat musik pianika, antara lain sebagai berikut :

1)   Tuts putih berfungsi untuk memainkan nada-nada pokok atau asli.
2)   Tuts hitam berfungsi untuk memainkan nada-nada kromatis.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam bermain alat musik pianika adalah sebagai berikut :

1)   Memainkan dengan lima jari dan setiap jari mempunyai tugas untuk menekan tuts-tuts tertentu.
2)   Cara meniup diusahakan halus dan rata.

3)   Bentuk tangan kanan, seperti memegang bola sehingga jari bergerak dengan leluasa.


sumber : wikipedia Indonesia, buku seni budaya 1 platimum : Edy Tri Sulistyo, buku seni budaya Tim Abdi Guru,http://seputarsenibudaya.blogspot.com/2015/11/cara-memainkan-alat-musik-rekorder-dan.html

JENIS-JENIS LUKISAN BERDASARKAN ALAT DAN BAHAN

Lukisan Cat Air ( Aquarel)  Bahan yang digunakan dalam teknik ini adalah cat air berbentuk pasta yang dicampur dengan air.  Teknik Aquarel a...